HeadlineMusik dan FilmNews

Rumble Rilis Album Debut TABEDO, Unit Hardcore Asal Padang Usung Semangat Perjuangan

×

Rumble Rilis Album Debut TABEDO, Unit Hardcore Asal Padang Usung Semangat Perjuangan

Sebarkan artikel ini
Unit hardcore asal Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rumble, resmi merilis album debut bertajuk TABEDO. (FOTO RUMBLE)

PopsEra.id—Unit hardcore asal Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Rumble, resmi merilis album debut bertajuk TABEDO.

Album yang memuat delapan lagu dengan durasi keseluruhan sekitar 13 menit tersebut telah tersedia di sejumlah platform musik digital sejak 27 September 2026.

Perilisan TABEDO menjadi babak baru bagi Rumble dalam membangun identitas musikal di skena musik underground.

Melalui album ini, mereka meramu berbagai referensi musik dalam payung hardcore, mulai dari hardcore punk, beatdown hardcore, metallic hardcore, thrash metal, hingga death metal.

Alih-alih membatasi diri pada satu formula musikal, Rumble memilih menjadikan hardcore sebagai fondasi untuk mengeksplorasi beragam pengaruh yang dimiliki setiap personel.

Pendekatan tersebut menjadi bagian dari upaya mereka menemukan karakter suara yang mencerminkan identitas band secara keseluruhan.

Rumble terbentuk pada Januari 2024 dan diperkuat lima personel, yakni Aji sebagai vokalis, Aii dan Ryan pada gitar, Arifa pada bass, serta Frans pada drum.

Sejak awal, mereka memiliki kesamaan ketertarikan terhadap gaya musik New York Hardcore (NYHC), yang kemudian menjadi titik awal dalam membangun karakter musik bersama.

Seiring perjalanan kreatifnya, eksplorasi musikal Rumble berkembang melampaui referensi awal tersebut.

Berbagai pengaruh dari masing-masing personel mulai dipadukan tanpa meninggalkan hardcore sebagai identitas utama.

Mengusung Identitas Emmahaven Hardcore

Dalam perkembangannya, Rumble mengidentifikasi diri sebagai Emmahaven Hardcore.

Sebutan ini bukan sekadar penanda genre, tetapi juga berkaitan dengan identitas kolektif sejumlah band underground yang tumbuh dari lingkungan pertemanan yang sama di Kota Padang.

Nama Emmahaven sendiri merupakan nama lama Pelabuhan Teluk Bayur, salah satu kawasan yang memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kota Padang.

Di skena musik lokal, istilah Emmahaven digunakan oleh sejumlah band dengan karakter musik berbeda.

Selain Rumble yang mengusung identitas Emmahaven Hardcore, terdapat Bone Sight dengan identitas serupa, Wakas yang menyebut dirinya Emmahaven School Punk, serta Purge dengan sebutan Emmahaven Ghetto Violence.

Identitas tersebut memperlihatkan bagaimana hubungan pertemanan dan lingkungan lokal turut menjadi bagian dari perkembangan musik underground di Padang.

Bagi Rumble, Emmahaven Hardcore menjadi salah satu penanda keterhubungan mereka dengan ekosistem musik tersebut.

Proses Kreatif Dimulai Sejak Akhir 2024

Perjalanan pengerjaan album debut TABEDO dimulai pada akhir 2024. Pada periode itu, Rumble mulai menggarap materi album di Swamp Noise Records, label milik Cruelhammer.

Baca Juga  Giggle dan Ledakan Hardcore Beatdown: Agresif, Gelap, dan Penuh Emosi

Proses tersebut kemudian berlanjut dengan perilisan single The Hustler pada Juni 2025.

Lagu ini menjadi pembuka sekaligus pengenalan awal terhadap materi musik yang kemudian berkembang menjadi album debut mereka.

Setelah melewati proses kreatif selama lebih dari satu tahun sejak single tersebut diperkenalkan, Rumble akhirnya merilis TABEDO sebagai album utuh.

Album ini terdiri atas delapan lagu dengan durasi total sekitar 13 menit. Format tersebut menghadirkan materi yang singkat, padat, dan mengedepankan energi tinggi, sejalan dengan karakter musik keras yang mereka usung.

Track berjudul 0 ditempatkan sebagai lagu pembuka. Komposisi tersebut menjadi pengantar bagi pendekatan musikal Rumble yang langsung menghentak sejak awal.

Secara keseluruhan, setiap track dalam TABEDO menjadi ruang bagi Rumble untuk mengeksplorasi elemen musik yang berbeda.

Perpaduan hardcore punk, beatdown hardcore, metallic hardcore, thrash metal, hingga death metal tidak hanya menjadi kumpulan referensi, tetapi juga bagian dari proses pencarian karakter musikal mereka.

Direkam di SwampNoise Studio

Seluruh materi album TABEDO direkam di SwampNoise Studio milik Abuy. Studio tersebut disebut telah terlibat dalam berbagai rilisan band underground di Padang selama sekitar lima tahun terakhir.

Proses rekaman menjadi bagian penting dalam menerjemahkan ide dan eksplorasi musikal para personel Rumble ke dalam sebuah album yang utuh.

Dengan pendekatan musik yang agresif dan komposisi berdurasi relatif singkat, Rumble berupaya menyampaikan karakter mereka secara lugas.

Album ini tidak hanya memperlihatkan energi hardcore, tetapi juga memperlihatkan keinginan band untuk terus membuka ruang eksplorasi di luar satu subgenre tertentu.

Makna Perjuangan di Balik Judul TABEDO

Di balik karakter musiknya yang keras, album TABEDO membawa gagasan yang berangkat dari pengalaman kehidupan sehari-hari.

Judul album ini diambil dari kata dalam bahasa Minangkabau, yakni tabedo. Menurut penjelasan band, kata tersebut merujuk pada kondisi kelelahan ketika seseorang berusaha keras menghadapi berbagai hambatan.

Makna yang ingin mereka sampaikan berkaitan dengan istilah struggle dalam bahasa Inggris, atau perjuangan.

Bagi Rumble, gagasan tersebut menggambarkan pengalaman menghadapi kesulitan, tekanan, dan berbagai tantangan dalam kehidupan.

Tema perjuangan itu menjadi benang merah yang menghubungkan judul album dengan pendekatan musikal serta karya visual yang menyertainya.

Baca Juga  Mario G Klau Gandeng Grace Kaitlin di Single Terbaru Riuh, Kisahkan Hubungan Penuh Ego

Musik dan lirik menjadi medium untuk menyuarakan pengalaman tersebut, sementara artwork memperkuat pesan melalui representasi visual.

Artwork Menggunakan Foto Karya Vokalis Rumble

Konsep perjuangan dalam TABEDO juga diterjemahkan melalui artwork album yang menggunakan foto karya Aji, vokalis Rumble.

Foto tersebut diambil pada 2019 di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Subjeknya adalah anak-anak setempat yang menjajakan hasil kebun kepada para pelancong yang berkunjung ke kawasan tersebut.

Bagi Rumble, aktivitas anak-anak itu merepresentasikan usaha, kerja keras, dan perjuangan yang hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Pemilihan foto tersebut bukan semata-mata didasarkan pada pertimbangan visual. Rumble menjadikannya bagian dari upaya menyampaikan gagasan utama album melalui medium yang berbeda.

Foto yang diambil beberapa tahun sebelum pengerjaan TABEDO itu kemudian menemukan relevansinya ketika band merumuskan konsep album debut mereka.

Dengan demikian, artwork tersebut memiliki hubungan langsung dengan pesan yang ingin disampaikan melalui keseluruhan materi album, yakni tentang perjuangan menghadapi berbagai kondisi kehidupan.

Membawa Identitas Musik Padang ke Platform Digital

Perilisan TABEDO menjadi pencapaian penting bagi Rumble setelah melalui proses kreatif yang dimulai sejak akhir 2024.

Album ini tidak hanya memperkenalkan delapan track, tetapi juga mendokumentasikan tahap awal perjalanan mereka dalam membangun identitas musikal.

Keputusan untuk tidak terpaku pada satu subgenre menunjukkan keinginan Rumble untuk terus mengeksplorasi kemungkinan dalam musik hardcore.

Bagi mereka, hardcore menjadi fondasi yang menyatukan berbagai referensi, bukan batas yang menghalangi perkembangan musikal.

Di sisi lain, identitas Emmahaven Hardcore menghubungkan perjalanan Rumble dengan skena musik underground Kota Padang.

Identitas tersebut memuat unsur lokal melalui keterkaitannya dengan sejarah nama Teluk Bayur serta hubungan antarkelompok musik yang tumbuh dari lingkungan pertemanan yang sama.

Sementara itu, tema perjuangan dalam TABEDO memperlihatkan bahwa musik keras juga dapat menjadi medium untuk mengungkapkan pengalaman dan refleksi kehidupan.

Dengan delapan lagu berdurasi sekitar 13 menit, album debut ini menjadi dokumentasi awal perjalanan Rumble dalam merumuskan karakter musik mereka sendiri.

Album TABEDO telah tersedia di sejumlah platform musik digital, termasuk Spotify, SoundCloud, Bandcamp, dan YouTube Music, sejak 27 September 2026.

Melalui rilisan ini, Rumble membawa semangat hardcore dan cerita tentang perjuangan hidup dari Kota Padang ke ruang dengar yang lebih luas. (*)