PopsEra.id–Sutradara Nia Dinata kembali mengangkat isu poligami melalui film terbarunya, Berbagi Suami 2.0.
Diproduksi Kalyana Shira Films, film ini menghadirkan perspektif perempuan dan anak-anak dalam menggambarkan dinamika kehidupan keluarga poligami.
Menjelang penayangannya, Kalyana Shira Films memperkenalkan teaser poster Berbagi Suami 2.0 dengan konsep mozaik.
Poster tersebut dirancang oleh Anindita Rahardjo, desainer yang sebelumnya juga menggarap poster film Berbagi Suami (2006).
Konsep mozaik dipilih sebagai metafora perjalanan cinta dan realitas kehidupan keluarga poligami yang menyimpan beragam cerita, rahasia, serta kenyataan yang tidak selalu terlihat dari luar.
Dalam seni mozaik, kepingan-kepingan terpisah disusun menjadi satu gambaran utuh.
Setiap bagian memiliki bentuk dan karakter berbeda, tetapi maknanya baru terlihat ketika seluruh kepingan tersebut dirangkai bersama.
Gagasan itu menjadi representasi kehidupan keluarga dalam Berbagi Suami 2.0. Cinta yang terbagi, hati yang patah, hingga hubungan yang retak menjadi bagian dari cerita yang harus disusun kembali untuk membentuk kehidupan baru.
Anindita Rahardjo, yang akrab disapa Dita, mengatakan konsep tersebut ingin menggambarkan bahwa setiap keluarga memiliki kepingan cerita yang mungkin selama ini tersembunyi.
“Melalui mozaik, saya ingin menggambarkan bahwa setiap keluarga punya kepingan cerita yang mungkin selama ini tersembunyi. Setiap kepingan berbeda bentuk dan karakternya, dan baru saat disusun bersama kita bisa melihat gambaran yang sebenarnya, bukan sekadar tampilan harmonis dari luar,” ujar Anindita.
Angkat Perspektif Perempuan dan Anak-Anak
Tidak hanya mengandalkan metafora visual, Berbagi Suami 2.0 juga menghadirkan cerita tentang sebuah keluarga yang terlihat sempurna dari luar, tetapi perlahan menghadapi keretakan ketika sebuah pilihan membawa konsekuensi bagi seluruh anggotanya.
Ketika fakta dan rahasia mulai terungkap, penonton diajak melihat persoalan dari sudut pandang istri dan anak-anak.
Masing-masing karakter memiliki pergulatan emosional dan cara tersendiri dalam menghadapi kenyataan yang sama.
Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa persoalan poligami tidak hanya berkaitan dengan keputusan orang dewasa, tetapi juga menyentuh kehidupan perempuan dan anak-anak yang berada di dalam keluarga tersebut.
Sutradara Nia Dinata mengungkapkan, kolaborasinya dengan Anindita Rahardjo menjadi bagian penting dalam membangun representasi visual film.
Menurut Nia, dirinya ingin bekerja sama dengan desainer poster perempuan Indonesia yang memiliki pengalaman dan perspektif kuat dalam memahami pengalaman perempuan.
“Saya merasa penting untuk berkolaborasi dengan desainer poster perempuan Indonesia, yang sudah matang dalam berkarir dan memiliki perspektif perempuan yang selaras dan tangguh. Female gaze memperkaya potret visual yang merepresentasikan rasa yang jujur tentang ‘menjadi perempuan’ dan Dita memberikan perspektifnya yang kuat,” ujar Nia Dinata.
Kolaborasi keduanya sekaligus menjadi penghubung antara film Berbagi Suami yang dirilis pada 2006 dengan karya terbaru ini.
Keterlibatan Anindita, yang juga merancang poster film sebelumnya, menghadirkan kesinambungan dalam pendekatan visual kedua film.
Melalui konsep mozaik, Berbagi Suami 2.0 mengingatkan bahwa kehidupan keluarga tidak selalu tersusun dari bagian-bagian yang sempurna.
Kepingan yang terpisah, retak, dan memiliki cerita masing-masing dapat membentuk gambaran baru ketika dirangkai kembali.
Film Berbagi Suami 2.0 dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 21 Januari 2027.
Film ini diharapkan kembali menghadirkan ruang diskusi mengenai poligami, relasi keluarga, serta pengalaman perempuan dan anak-anak di tengah dinamika kehidupan rumah tangga. (*)









