PopsEra.id—Cara seseorang mengelola dan membelanjakan uang tidak selalu sama. Perbedaan kondisi ekonomi, usia, tanggungan keluarga, serta pengalaman hidup membuat setiap generasi memiliki prioritas finansial yang berbeda.
Hal tersebut terlihat dari perbedaan kebiasaan Gen Z, milenial, Gen X, hingga baby boomers dalam menggunakan pendapatan mereka.
Perbedaan tersebut menjadi semakin menarik di tengah meningkatnya biaya hidup dan perubahan pola konsumsi.
Dikutip dari laman YourTango ada penggambaran bagaimana keempat generasi tersebut memiliki pandangan berbeda mengenai cara terbaik membelanjakan uang.
Berikut gambaran pola pengeluaran masing-masing generasi berdasarkan artikel tersebut.
Baby Boomers Cenderung Hemat dan Menyukai Cara Konvensional
Baby boomers atau generasi yang lebih tua dalam kelompok tersebut disebut masih mempertahankan kebiasaan hemat dalam mengelola keuangan.
Mereka cenderung memanfaatkan kupon, program loyalitas, serta mencari harga terbaik untuk kebutuhan sehari-hari.
Produk generik juga dapat menjadi pilihan ketika dianggap lebih ekonomis dibandingkan merek terkenal.
Dalam mengatur keuangan, baby boomers juga digambarkan lebih nyaman dengan metode konvensional.
Misalnya, mereka masih menggunakan rekening koran dalam bentuk fisik, menyimpan bukti pembayaran, dan menggunakan uang tunai sebagai salah satu cara mengontrol anggaran.
Meski demikian, bukan berarti generasi ini tidak mengeluarkan uang untuk kesenangan.
Mereka disebut lebih bersedia mengalokasikan dana untuk perjalanan atau liburan, sembari tetap mempertahankan prinsip hemat dan investasi.
Gen X Banyak Mengeluarkan Uang untuk Keluarga
Gen X memiliki pola pengeluaran yang banyak dipengaruhi oleh tanggung jawab keluarga.
Generasi ini sering disebut sebagai sandwich generation karena berada di antara tanggung jawab terhadap anak yang masih membutuhkan dukungan dan orang tua yang mulai memasuki usia lanjut.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan keluarga menjadi salah satu faktor utama dalam keputusan pengeluaran mereka.
Gen X merupakan konsumen besar untuk berbagai kebutuhan sehari-hari dan layanan rumah tangga.
Mereka juga memiliki pendapatan yang memungkinkan untuk membeli produk berkualitas maupun menggunakan layanan dengan harga lebih tinggi.
Pengeluaran mereka tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan rumah tangga. Biaya seperti cicilan rumah, kendaraan, pengasuhan anak, hingga perawatan orang tua juga menjadi bagian dari beban finansial.
Karena itu, sebagian besar pengeluaran Gen X lebih banyak diarahkan kepada keluarga dan kebutuhan rumah tangga dibandingkan sekadar memenuhi keinginan pribadi.
Milenial Berhadapan dengan Utang dan Investasi Besar
Sementara itu, milenial menghadapi tantangan finansial yang berbeda. Sebagian dari mereka masih berusaha mengejar berbagai pencapaian hidup, tetapi harus berhadapan dengan biaya hidup dan kewajiban finansial yang besar.
Banyak milenial merasa uang mereka semakin terbatas dan tertinggal dalam hal tabungan.
Sebagian besar pendapatan mereka dialokasikan untuk investasi besar dan pembayaran utang sehingga ruang untuk membeli layanan atau barang mewah menjadi lebih terbatas dibandingkan Gen X.
Kepemilikan rumah juga menjadi salah satu tantangan. Pengeluaran milenial untuk rumah mencapai dua kali lipat dibandingkan kelompok baby boomers dalam perbandingan yang digunakan sumber tersebut.
Ketika memiliki dana lebih, milenial disebut cenderung mencari pilihan yang memberikan lebih banyak manfaat dengan harga terjangkau.
Mereka juga digambarkan sebagai kelompok yang cukup kuat dalam pengeluaran berbasis kenyamanan dan nostalgia, termasuk pakaian maupun peningkatan gaya hidup.
Gen Z Mulai Berhemat, tetapi Tetap Menikmati Pengalaman Kecil
Gen Z kerap mendapat label sebagai generasi yang gemar menghabiskan uang. Namun, gambaran tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan tren yang dikutip dalam artikel.
Gen Z mulai mengurangi pengeluaran dan meningkatkan tabungan. Pada saat yang sama, generasi ini tetap memberikan ruang bagi pengeluaran kecil yang dianggap memberikan pengalaman atau kebahagiaan sehari-hari.
Salah satunya adalah micro-experiences atau pengalaman sederhana dengan biaya relatif kecil, seperti membeli kopi seharga sekitar US$7 atau makan di restoran kasual bersama teman sebagai bagian dari aktivitas sosial.
Di sisi lain, Gen Z disebut cenderung menunda sejumlah pengeluaran besar dalam kehidupan, seperti membeli rumah atau membangun keluarga.
Nilai yang mereka anggap penting juga memengaruhi keputusan pembelian. Gen Z disebut lebih memperhatikan keberlanjutan dan inklusivitas serta cenderung mendukung merek yang dianggap memiliki nilai serupa.
Dengan kata lain, bagi sebagian Gen Z, pengeluaran bukan hanya tentang mendapatkan barang, tetapi juga tentang pengalaman, komunitas, dan nilai yang melekat pada produk atau merek tersebut.
Mengapa Pola Pengeluaran Tiap Generasi Berbeda?
Perbedaan tersebut tidak terlepas dari kondisi ekonomi ketika setiap generasi tumbuh dan memasuki usia produktif.
Generasi yang lebih tua memiliki pengalaman ekonomi yang berbeda dibandingkan generasi yang saat ini baru memasuki dunia kerja.
Sementara itu, generasi muda menghadapi persoalan seperti tingginya biaya perumahan, kebutuhan hidup, serta berbagai kewajiban finansial.
Karena itu, membandingkan kebiasaan belanja antargenerasi secara sederhana dapat menimbulkan kesimpulan yang keliru.
Kondisi pendapatan, jumlah anggota keluarga, utang, kepemilikan aset, dan tahap kehidupan juga berpengaruh terhadap keputusan finansial seseorang.
Pada akhirnya, perbedaan cara membelanjakan uang antara Gen Z, milenial, Gen X, dan baby boomers menunjukkan bahwa tidak ada satu pola pengelolaan keuangan yang berlaku sama bagi semua orang.
Prioritas finansial seseorang sangat dipengaruhi oleh kondisi dan kebutuhan pada tahap kehidupannya masing-masing. (*)













