PopsEra.id–BMKG Stasiun Maritim Teluk Bayur mengeluarkan peringatan dini terkait kondisi cuaca dan gelombang laut di wilayah perairan Sumatera Barat untuk periode 23 hingga 26 April 2026.
Masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi yang mencapai 2,5 meter.
Kepala stasiun, Sahat Mauli Pasaribu, menyampaikan bahwa kondisi cuaca selama periode tersebut cenderung bervariasi, mulai dari cerah berawan hingga hujan ringan disertai petir di beberapa wilayah.
“Potensi gelombang tinggi hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di hampir seluruh perairan Sumatera Barat, termasuk wilayah Agam, Padang, hingga Kepulauan Mentawai,” ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (22/4/2026).
Cuaca Berubah dari Hujan Ringan hingga Petir
Berdasarkan prakiraan BMKG, pada 23 hingga 24 April 2026, cuaca di sejumlah wilayah seperti perairan Agam–Pasaman Barat, Padang–Padang Pariaman, Pesisir Selatan, serta kawasan Timur dan Barat Siberut diperkirakan didominasi cerah berawan hingga hujan ringan.
Memasuki 24 hingga 25 April 2026, intensitas cuaca meningkat menjadi hujan disertai petir, terutama di wilayah Timur Siberut, Timur Sipora, dan Barat Siberut. Sementara wilayah Padang dan Pesisir Selatan masih berpotensi mengalami hujan ringan.
Angin Lemah, Gelombang Tetap Berisiko
BMKG mencatat angin umumnya bertiup dari arah Barat Laut menuju Timur Laut dengan kecepatan berkisar antara 1 hingga 6 knots. Meski tergolong rendah, kondisi ini tetap berisiko karena dipengaruhi oleh tinggi gelombang laut.
Wilayah perairan Kepulauan Mentawai, termasuk Siberut, Sipora, dan Pagai, menjadi salah satu kawasan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi tersebut.
Pada periode 25 hingga 26 April 2026, kondisi gelombang diperkirakan mulai bervariasi dari rendah hingga sedang. Namun, potensi gelombang setinggi 2,5 meter masih dapat terjadi di perairan Pesisir Selatan dan Kepulauan Mentawai.
Jadwal Pasang Surut dan Imbauan Keselamatan
BMKG juga merilis prakiraan pasang surut laut untuk 23 April 2026. Air laut diprediksi mengalami pasang pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, sedangkan surut terjadi pada pukul 16.00–18.00 WIB serta dini hari pukul 02.00–05.00 WIB.
Sahat menegaskan pentingnya kewaspadaan bagi nelayan, operator kapal, dan masyarakat pesisir terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara tiba-tiba.
“Masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi melalui kanal BMKG, termasuk laman maritim.bmkg.go.id, guna memastikan keselamatan aktivitas di laut,” tegasnya.
BMKG berharap kesiapsiagaan masyarakat dapat meminimalisir risiko kecelakaan laut selama periode cuaca dinamis ini. (*)








